PADA SEBUAH PERSIMPANGAN JALAN DI LAHENDONG

 


PADA SEBUAH PERSIMPANGAN JALAN DI LAHENDONG*

 

Karya : Fredy Sreudeman Wowor**

 

Pada sebuah persimpangan jalan di Lahendong

Mikrolet yang ku naiki menuju Tomohon dari Sonder berhenti

Seorang perempuan tiga puluhan tahun turun dan membayar ongkos

Saat perempuan ini membayar ongkos

Dari jalan setapak di seberang jalan raya

Seorang anak kecil, umurnya masih di bawah lima tahun

Melepas pegangan dari tangan perempuan setengah baya

Yang bertindak sebagai pengasuhnya.

“Awas ada oto !”,

Kami berteriak serempak.

Perempuan setengah baya di jalan setapak itu tak dapat berbuat apa-apa

Anak itu terus berlari menyeberang jalanan

“Kalu ini, salah orang tua”,  

Sopir mikrolet di sampingku berkata keluh

Anak itu terus berlari dan memeluk ibunya.

Ibu tersebut mendekap anak ini sambil menegurnya dengan keras

Tapi ada kelegaan besar meliputi hatinya

Dari balik setiap kata teguran yang keluar di mulutnya.

 

"Kalu ini, salah orang tua !"

Kata sopir mikrolet di sampingku punya arti

Seorang anak kecil umur di bawah lima tahunan

Belum dapat memahami dengan baik

Apa resiko dari satu tindakannya.

Dia belum dapat memperhitungkan

Apakah perbuatannya dapat membahayakan dirinya

Apakah perbuatannya dapat membahayakan orang lain

Dia belum dapat secara penuh membedakan

Mana yang baik dan mana buruk

. 

Jadi tanggung jawab orang tua

Untuk menuntun seorang anak

Dalam menjalani hidupnya

Agar anak itu memiliki kemandirian berpikir

Dan kemampuan untuk memiliki keteguhan

Berdiri diatas telapak kakinya sendiri.

 

Maasar Um Banua

Kumampet A Si Casuruan Esake Wo Rondor

Tou Manonong Kaiombaan

Demikian perkataan Leluhur.

 

Orang tua adalah orang yang punya pengalaman

Orang tua adalah orang yang tahu sesuatu.

I pa tua im pele peleng.

(Berjalan dahulu orang yang tua)

I pa tu’tua im baya waya,

(Berkata dahulu orang yang tahu)

Se Tua

Se Malukar In Taranak

Sera Se Makukung

Se Puyun

Wo Se Koki

Maki'it

Demikian ketetapan para Leluhur

 

Rumah ibarat persimpangan jalan

Yang menempatkan orang tua

Untuk menuntun anak-anak

Mengambil langkah pertama

Melintasi titian di setiap kemungkinan

Melampaui ambang segala pembatasan

 

Anak-anak adalah pemberian

Dan tanggung jawab bagi orang tua

 

Sikap hidup orang tua adalah mata pelajaran pokok

Anak-anak diberikan contoh sebagai jalan pemahaman

 

Pengertian akan jalan adalah soal bagaimana cara untuk bertumbuh

Dan meningkatkan daya dari hidup yang telah dipercayakan sang pencipta

Sejak kita diberi kepercayaan untuk terlahir sebagai manusia.

 

Anak-anak mengandung dalam dirinya

Kekhasan sejati dari uniknya benih abadi kehidupan

 

Pelajaran khusus orang tua kepada anak-anak adalah

Memberikan kepercayaan bagi anak-anak

Untuk memegang kepercayaan yang telah diberikan pada dirinya

Tugas terpenting anak-anak adalah belajar untuk menerima

Pegangan kepercayaan yang telah dikandung dalam hakikat jati dirinya

 

Tuhan semesta alam menciptakan manusia dengan tidak sia-sia

Dia melahirkan manusia dengan kepercayaan

Bahwa manusia mengandung benih terbaik yang membuka jalan

Bagi kelahiran dari belantara kehidupan

Rimba keramat yang mengantarkan hembusan ilahi

Yang akan dihirup oleh setiap manusia yang mau menapaki jalan pencerahan

Untuk menemukan kembali makna kebersihan hati dan keyakinan diri

 

Oleh karena manusia tidak asal-asal diciptakan

Maka setiap upaya yang kita lakukan

Untuk mengartikan hidup ada daya gunanya

Pun apa yang kita lakukan itu

Sekedar melintasi jalan sunyi

Untuk menemukan jati diri  

 

Apa yang kita capai kemudian

Akan menentukan nilai bagi kelangsungan kehidupan

 

Seperti sebuah benih yang mengandung dalam dirinya sebuah rimba belantara

 

Hal ini bila kita perhatikan lebih jauh adalah panduan hidup

Bagi setiap orang minahasa keturunan Lumimuut dan Toar.

Rumusan pemikiran ini menurutku adalah buah dari budi  manusia.

Jadi adalah hasil dari daya hidup seseorang. Daya dari sebuah pribadi.

 

Dalam pengertian hasil dari daya hidup seseorang

Kebudayaan mendapatkan arti sebagai makna dari penemuan jati diri

Penemuan jati diri adalah pokok kehidupan

Hakikat sejati yang mesti didapatkan dalam belajar

 

Belajar adalah soal memperhatikan

Dari proses memperhatikan kita dapat memahami apa arti titik tinjau

Titik tinjau adalah patokan cara pandang satu pribadi

 

Memperhatikan adalah proses untuk menyadari kenyataan

Dari setiap ikhwal yang menyatakan dirinya

Untuk kau pandang keberadaannya

Sebagai apa yang terlihat

Sebagai apa yang terdengar

Sebagai apa yang tersentuh

Sebagai apa yang tercium

Sebagai apa yang terasa

Sebagai apa yang tersembunyi

Dalam setiap ketetapannya

 

Pemahaman yang kau temukan

sebagai sesuatu yang kau tahu

Menjadi pengetahuan karena hal itu dapat kau mengerti

dan dapat memenuhi kebutuhan hidupmu.

Pengetahuan adalah keutuhan pengertian

sebagai sesuatu yang engkau pahami

Inilah tujuan segala pencarian pengetahuan

Yakni penemuan akan kepercayaan diri

Inilah dasar pijakan Pythagoras dan para pengikutnya

Berjalan mendaki gunung setiap pagi

Agar bisa berdiri di puncak

menyaksikan matahari membuka kelopak waktu

melalui tenunan sinar dari jarum cahaya

menyentuh pandangan yang tak terlihat

 

Inilah hakekat kearifan para leluhur dalam sair

Sa mamo'ondo rames eng kecei

Sa mawengio rames eng keroang

Sa Ko Kaandoan

Tumaluo En Towaku

 

Dalam sair ini terungkap

Tugas hidup menjadi manusia

Untuk menapaki hari sebelum

Ayam mulai mencari makan

Hingga keuntungan dari hidup saat ini tidak tersia

Mantango Em Bena E Royor

Senaen Em Palampangan E Waya Tou

 

Inilah pengertian dari ungkapan

"Tumetere'ndem"

Bangun tempat tinggalmu dan pastikan dirimu menetap disana

Raihlah saat ini

 

Tradisi adalah bagaimana kita tahu dengan pasti

Bahwa kita berpijak dengan aman di atas tanah

Karena itu kita dapat dengan kukuh berdiri

Sekuat tanah yang melekat di balik telapak kaki

 

Tradisi adalah langkah untuk menjejak saat ini

Sentuhan kelembutan pada embun di pucuk rerumputan

Pada jalan setapak sunyi menuju kaki langit

Sentuhan untuk menyentuh yang tak tersentuh

Sentuhan menggetarkan hati

"Raraaten"

Demikian bilangan seorang tetua.

 

Untuk yang terbaik selalu ada kemungkinan bagi setiap manusia

Karena setiap orang telah dipercayakan kesempatan yang sama

Untuk terus hidup karena dia dilahirkan sebagai manusia.

Tou Tumou Tou. Tou mamuali Tou.

 

 

 

Perobahan dimulai dahulu dari seorang saja

Orang yang berani memulai langkah untuk memperbaiki pandangannya

Karena telah mengabaikan kenyataan untuk mengingatkan

Bahwa ada kejahatan besar sedang terjadi saat ini

Kejahatan kemanusiaan yang mewujud

Pada adanya upaya merampas generasi terkini

Dari kebebasannya untuk menjadi dirinya

Kebebasan untuk menjadi manusia yang akan terus mencipta dirinya

Dengan segala kemungkinan terbaik yang bisa diraihnya

Dalam hidup yang dipercayakan padanya oleh Sang Pencipta

 

Penemuan jati diri karena pembaharuan cara pandang adalah

Sumber pokok dari hakikat kehidupan manusia

Inilah landasan paling mendasar

Untuk menyentuh kesenyapan langit biru

Dan titik paling jauh di balik terik matahari tengah hari

 

Setiap orang dapat berbuat kekeliruan

Tapi soal terkini adalah apakah ia berani mengakui kesalahannya

Dan berani memperbaikinya hingga kesalahan bisa ditinggalkan selamanya

Dalam ingatan yang mengatasi setiap penyesalan

 

Mendootu'o,

Rumara Ate A Si Wailan

Rumondor Kaiombaan

 

Ujar Leluhur

 

Makapulu Sama

 

 

 

 

 

  *Disampaikan pada deklarasi "PUKKAT", Kali,30 November 2013

**Sastrawan dan Dosen di Fakultas Ilmu Budaya Unsrat Manado