PADA SEBUAH PERSIMPANGAN JALAN DI LAHENDONG*
Karya : Fredy Sreudeman Wowor**
Pada sebuah persimpangan jalan di
Lahendong
Mikrolet yang ku naiki menuju Tomohon
dari Sonder berhenti
Seorang perempuan tiga puluhan tahun
turun dan membayar ongkos
Saat perempuan ini membayar ongkos
Dari jalan setapak di seberang jalan
raya
Seorang anak kecil, umurnya masih di
bawah
Melepas pegangan dari tangan perempuan
setengah baya
Yang bertindak sebagai pengasuhnya.
“Awas ada oto !”,
Kami berteriak serempak.
Perempuan setengah baya di jalan setapak
itu tak dapat berbuat apa-apa
Anak itu terus berlari menyeberang
jalanan
“Kalu ini, salah orang tua”,
Sopir mikrolet di sampingku berkata
keluh
Anak itu terus berlari dan memeluk
ibunya.
Ibu tersebut mendekap anak ini sambil
menegurnya dengan keras
Tapi ada kelegaan besar meliputi hatinya
Dari balik setiap kata teguran yang
keluar di mulutnya.
"Kalu ini, salah orang tua !"
Kata sopir mikrolet di sampingku punya
arti
Seorang anak kecil umur di bawah
Belum dapat memahami dengan baik
Apa resiko dari satu tindakannya.
Dia belum dapat memperhitungkan
Apakah perbuatannya dapat membahayakan
dirinya
Apakah perbuatannya dapat membahayakan orang
lain
Dia belum dapat secara penuh membedakan
Mana yang baik dan mana buruk
.
Jadi tanggung jawab orang tua
Untuk menuntun seorang anak
Dalam menjalani hidupnya
Agar anak itu memiliki kemandirian
berpikir
Dan kemampuan untuk memiliki keteguhan
Berdiri diatas telapak kakinya sendiri.
Maasar Um Banua
Kumampet A Si Casuruan Esake Wo Rondor
Tou Manonong Kaiombaan
Demikian perkataan Leluhur.
Orang tua adalah orang yang punya
pengalaman
Orang tua adalah orang yang tahu
sesuatu.
I pa tua im pele peleng.
(Berjalan dahulu orang yang tua)
I pa tu’tua im baya waya,
(Berkata dahulu orang yang tahu)
Se Tua
Se Malukar In Taranak
Sera Se Makukung
Se Puyun
Wo Se Koki
Maki'it
Demikian ketetapan para Leluhur
Rumah ibarat persimpangan jalan
Yang menempatkan orang tua
Untuk menuntun anak-anak
Mengambil langkah pertama
Melintasi titian di setiap kemungkinan
Melampaui ambang segala pembatasan
Anak-anak adalah pemberian
Dan tanggung jawab bagi orang tua
Sikap hidup orang tua adalah mata
pelajaran pokok
Anak-anak diberikan contoh sebagai jalan
pemahaman
Pengertian akan jalan adalah soal
bagaimana cara untuk bertumbuh
Dan meningkatkan daya dari hidup yang
telah dipercayakan sang pencipta
Sejak kita diberi kepercayaan untuk
terlahir sebagai manusia.
Anak-anak mengandung dalam dirinya
Kekhasan sejati dari uniknya benih abadi
kehidupan
Pelajaran khusus orang tua kepada
anak-anak adalah
Memberikan kepercayaan bagi anak-anak
Untuk memegang kepercayaan yang telah
diberikan pada dirinya
Tugas terpenting anak-anak adalah
belajar untuk menerima
Pegangan kepercayaan yang telah dikandung
dalam hakikat jati dirinya
Tuhan semesta alam menciptakan manusia
dengan tidak sia-sia
Dia melahirkan manusia dengan
kepercayaan
Bahwa manusia mengandung benih terbaik
yang membuka jalan
Bagi kelahiran dari belantara kehidupan
Rimba keramat yang mengantarkan hembusan
ilahi
Yang akan dihirup oleh setiap manusia
yang mau menapaki jalan pencerahan
Untuk menemukan kembali makna kebersihan
hati dan keyakinan diri
Oleh karena manusia tidak asal-asal
diciptakan
Maka setiap upaya yang kita lakukan
Untuk mengartikan hidup ada daya gunanya
Pun apa yang kita lakukan itu
Sekedar melintasi jalan sunyi
Untuk menemukan jati diri
Apa yang kita capai kemudian
Akan menentukan nilai bagi kelangsungan
kehidupan
Seperti sebuah benih yang mengandung dalam
dirinya sebuah rimba belantara
Hal ini bila kita perhatikan lebih jauh
adalah panduan hidup
Bagi setiap orang minahasa keturunan
Lumimuut dan Toar.
Rumusan pemikiran ini menurutku adalah
buah dari budi manusia.
Jadi adalah hasil dari daya hidup
seseorang. Daya dari sebuah pribadi.
Dalam pengertian hasil dari daya hidup
seseorang
Kebudayaan mendapatkan arti sebagai makna
dari penemuan jati diri
Penemuan jati diri adalah pokok
kehidupan
Hakikat sejati yang mesti didapatkan
dalam belajar
Belajar adalah soal memperhatikan
Dari proses memperhatikan kita dapat
memahami apa arti titik tinjau
Titik tinjau adalah patokan cara pandang
satu pribadi
Memperhatikan adalah proses untuk
menyadari kenyataan
Dari setiap ikhwal yang menyatakan
dirinya
Untuk kau pandang keberadaannya
Sebagai apa yang terlihat
Sebagai apa yang terdengar
Sebagai apa yang tersentuh
Sebagai apa yang tercium
Sebagai apa yang terasa
Sebagai apa yang tersembunyi
Dalam setiap ketetapannya
Pemahaman yang kau temukan
sebagai sesuatu yang kau tahu
Menjadi pengetahuan karena hal itu dapat
kau mengerti
dan dapat memenuhi kebutuhan hidupmu.
Pengetahuan adalah keutuhan pengertian
sebagai sesuatu yang engkau pahami
Inilah tujuan segala pencarian pengetahuan
Yakni penemuan akan kepercayaan diri
Inilah dasar pijakan Pythagoras dan para
pengikutnya
Berjalan mendaki gunung setiap pagi
Agar bisa berdiri di puncak
menyaksikan matahari membuka kelopak
waktu
melalui tenunan sinar dari jarum cahaya
menyentuh pandangan yang tak terlihat
Inilah hakekat kearifan para leluhur
dalam sair
Sa mamo'ondo rames eng kecei
Sa mawengio rames eng keroang
Sa Ko Kaandoan
Tumaluo En Towaku
Dalam sair ini terungkap
Tugas hidup menjadi manusia
Untuk menapaki hari sebelum
Ayam mulai mencari makan
Hingga keuntungan dari hidup saat ini
tidak tersia
Mantango Em Bena E Royor
Senaen Em Palampangan E Waya Tou
Inilah pengertian dari ungkapan
"Tumetere'ndem"
Bangun tempat tinggalmu dan pastikan
dirimu menetap disana
Raihlah saat ini
Tradisi adalah bagaimana kita tahu
dengan pasti
Bahwa kita berpijak dengan aman di atas
tanah
Karena itu kita dapat dengan kukuh
berdiri
Sekuat tanah yang melekat di balik
telapak kaki
Tradisi adalah langkah untuk menjejak saat
ini
Sentuhan kelembutan pada embun di pucuk
rerumputan
Pada jalan setapak sunyi menuju kaki
langit
Sentuhan untuk menyentuh yang tak
tersentuh
Sentuhan menggetarkan hati
"Raraaten"
Demikian bilangan seorang tetua.
Untuk yang terbaik selalu ada
kemungkinan bagi setiap manusia
Karena setiap orang telah dipercayakan
kesempatan yang sama
Untuk terus hidup karena dia dilahirkan
sebagai manusia.
Tou Tumou Tou. Tou mamuali Tou.
Perobahan dimulai dahulu dari seorang
saja
Orang yang berani memulai langkah untuk
memperbaiki pandangannya
Karena telah mengabaikan kenyataan untuk
mengingatkan
Bahwa ada kejahatan besar sedang terjadi
saat ini
Kejahatan kemanusiaan yang mewujud
Pada adanya upaya merampas generasi
terkini
Dari kebebasannya untuk menjadi dirinya
Kebebasan untuk menjadi manusia yang
akan terus mencipta dirinya
Dengan segala kemungkinan terbaik yang
bisa diraihnya
Dalam hidup yang dipercayakan padanya
oleh Sang Pencipta
Penemuan jati diri karena pembaharuan
cara pandang adalah
Sumber pokok dari hakikat kehidupan
manusia
Inilah landasan paling mendasar
Untuk menyentuh kesenyapan langit biru
Dan titik paling jauh di balik terik
matahari tengah hari
Setiap orang dapat berbuat kekeliruan
Tapi soal terkini adalah apakah ia
berani mengakui kesalahannya
Dan berani memperbaikinya hingga
kesalahan bisa ditinggalkan selamanya
Dalam ingatan yang mengatasi setiap
penyesalan
Mendootu'o,
Rumara Ate A Si Wailan
Rumondor Kaiombaan
Ujar Leluhur
Makapulu Sama
*Disampaikan pada deklarasi "PUKKAT", Kali,30 November 2013
**Sastrawan dan Dosen di Fakultas Ilmu
Budaya Unsrat
.png)